Masuk Mall Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid

Mulai 7 Agustus 2021, setiap pengunjung yang hendak memasuki area Grand Indonesia diwajibkan telah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama. Bagi mereka yang mempunyai kendala dalam hal kesehatan dan tidak dapat divaksin, harus menunjukkan surat keterangan dokter. Thamrin City yang terletak Jakarta Pusat ini juga memberlakukan agar pengunjung membawa sertifikat vaksin Covid-19 sebelum memasuki space mal dengan syarat minimal dosis pertama.

Menurut Andri, warga golongan ini harus memperlihatkan surat keterangan dari dokter bahwa dirinya belum bisa divaksin sekaligus menunjukkan hasil negatif tes PCR. Ketiga adalah warga dengan penyakit bawaan alias komorbid yang tidak bisa divaksin. TEMPO.CO, Jakarta – Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan penyintas Covid-19 diperbolehkan masuk mal tanpa sertifikat vaksin. “Kementerian Perdagangan telah menetapkan syarat wajib vaksin bagi para pengunjung dan pegawai serta pedagang yang terlibat dalam operasional pusat perbelanjaan dan mal. Vaksinasi syarat wajib yang harus dipenuhi dengan knowledge yang terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” tegas Oke. Tak hanya vaksinasi, anak dengan usia di bawah 12 tahun dan lansia dengan usia di atas 70 tahun dilarang memasuki mal atau pusat perbelanjaan.

“Sekarang betul-betul mengakomodir kebutuhan belanja para pengunjung. Dan kami masih membatasi 25 persen kapasitas dari pengunjung,” ucap dia. Saat ini, menurut Agung, Mal Kota Kasablanka hanya melayani pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari dan akan membatasi sebesar 25 persen dari kapasitas. Itu artinya karyawan dan pengunjung wajib sudah vaksin Covid-19 agar bisa bekerja atau menginap di lodge.

Ini dimaksudkan agar pihak mal dapat mengetahui apakah pengunjung tersebut telah divaksin atau tidak. Dari pemindaian ini, akan terlihat apakah pengunjung mal sudah tervaksinasi atau sudah tes polymerase chain reaction atau belum. “Saya berterima kasih, kita akan buka, kita akan bertanggung jawab dan kita akan disiplin dan tidak menjadikan mal sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelas dia.

Sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama pun jadi salah satu syarat baru masuk mal. Sementara yang belum bisa vaksin karena alasan kesehatan, maka wajib menunjukkan hasil negatif PCR atau antigen . Selama masa uji coba, pusat perbelanjaan dan mal diizinkan beroperasi pukul 10.00—20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25%.

Anak umur di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mal/pusat perbelanjaan,” tambahnya. Agung mengapresiasi kebijakan yang dilakukan pemerintah karena telah mengizinkan kembali mal beroperasi kendati pengunjungnya masih dibatasi dan ada syarat vaksin Covid-19. “Mal kita sudah pasangkan sistem kesehatan berbasis teknologi digital di lebih one hundred eighty mal dan sekarang kita sudah uji coba itu sudah satu juta orang orang yang kita check-in,” tuturnya. Upaya ini dilakukan untuk menyelamatkan pelaku usaha perdagangan di pusat perbelanjaan dan mal agar bisa kembali berjualan dan tetap bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Akan tetapi Kawan Puan, bukan cuma mal saja lho, aktivitas publik yang pakai sertifikat vaksin Covid-19. Meski demikian, pemerintah menyebut hanya yang sudah divaksin diperbolehkan untuk memasuki mal.

Namun setelah satu pekan dibuka, angka tingkat kunjungan masih tidak seperti yang diharapkan. Syarat pengunjung masuk mal wajib vaksinasi telah mengakomodir beragam masukan. Uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal dilakukan Pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia . Uji coba ini diterapkan di 138 pusat perbelanjaan dan mal di empat kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta sebanyak eighty five mal, Bandung 23 mal, Semarang enam mal, dan Surabaya 24 mal.

This entry was posted in Aplikasi Peduli Lindungi. Bookmark the permalink.